Sabtu, 07 Desember 2013

Cara Menghasilkan Uang dengan Sebuah Ide

Zaman dahulu ketika satu kelompok orang beternak ayam, dan ketika mereka ingin mendapatkan ikan maka mereka akan pergi kepada orang-orang yang memiliki ikan sambil membawa ayamnya untuk ditukarkan dengan ikan (barter). Kemudian ketika zaman semakin maju, mereka memakai kerang untuk alat tukar. Kemudian mereka menggunakan tembaga dan emas sebagai alat tukar. Pada akhirnya mereka menggunakan uang dan uang menghilang dengan adanya kartu kredit.
Uang adalah sebuah ide, sebagai contoh ketika kita bawa uang rupiah ke Amerika, mereka tidak menerima karena mereka tidak mempunyai ide terhadap apa yang kita tunjukkan.
Contoh:
Favorit saya tentang uang adalah sebuah ide, adalah cerita tentang BH..!! Ketika di dalam seminar saya tanya kepada peserta berapa harga BH obralan. Ada yang jawab Rp 3000,- kemudian saya bulatkan menjadi Rp 10.000,- (karena yang Rp 3000,- mungkin talinya kendur dan gampang lepas), kemudian saya ceritakan semisal BH tersebut dipakai oleh Pamela Anderson (Bintang film sexy dari Bay Watch) selama 10 menit, kemudian BH tersebut dilelang. Apa yang terjadi? Ternyata BH tersebut harganya meningkat menjadi 10 juta bahkan 100 juta rupiah. Inilah yang namanya uang adalah sebuah ide. Dan ide datangnya dari benda diantara 2 telinga kita (tapi bukan hidung) yaitu otak. Ide ini diproduksi dengan cara berpikir dan berpikir adalah gratis. Dan apabila berpikir adalah gratis sebaiknya kita berpikir besar.
Banyak orang mengajarkan bahwa kita berpikir realistis. Menurut saya ada yang meleset. Hari ini adalah milik orang-orang yang tadinya dianggap tidak realistis, seperti terbang dengan pesawat, handphone, tenaga nuklir, TV begitu tipisnya sehingga bisa digulung, kaca yang bisa membersihkan sendiri, perpustakaan yang ada di dalam kacamata, belajar sambil tidur. Masa depan adalah milik orang-orang yang hari ini memiliki goal yang dianggap tidak realistis. Goal kita boleh tidak masuk akal tapi rencananya harus masuk akal. Salah satu rencana yang masuk akal adalah kita mempunyai pembimbing yang sudah mencapai apa yang diinginkan atau yang mendekati apa yang kita inginkan.
Seperti yang diceritakan oleh Prof. Yohanes Surya, Phd (ahli fisika) yang menjadi pembicara bersama saya di Semarang beberapa waktu yang lalu. Dikatakan sejak tahun 1961-2004, semua pemenang nobel fisika adalah murid dari pemenang nobel fisika. Seperti orang belajar main piano, mereka bisa belajar sendiri tapi sangat lama dan menggunakan jari sebelas (dua telunjuk), tapi jika mereka mencurahkan uang dan waktu untuk masuk kelas dengan seorang pengajar yang sudah bisa main piano, maka mereka akan belajar lebih cepat dan akhirnya bisa memainkan piano dengan baik.
Apabila kita ingin kaya, kita harus masuk kelas, mencurahkan uang dan waktu serta konsentrasi untuk belajar dari orang yang sudah melakukan. Ini akan mempercepat, daripada kita coba-coba sendiri.

Jumat, 06 Desember 2013

Cara Menciptakan Profit dalam Keuangan

“Profit dibuat ketika Anda membeli, bukan ketika Anda menjual.”
Ketika tetangga Robert Kiyosaki membeli kondominium US$100.000, Robert Kiyosaki membeli kondo yang sama yang berhadapan dengan miliknya seharga US$50.000. Tetangga Robert memberitahukan bahwa nanti harganya akan naik. Tetapi Robert Kiyosaki memberitahu tetangganya bahwa profit atau keuntungan itu dibuat ketika Anda membeli bukan ketika Anda menjual. Tetangganya belanja real estate dari seorang dokter yang sama sekali tidak mempunyai properti sendiri. Robert berbelanja di Departemen penyitaan sebuah bank. Robert membayar US$500 untuk kursus tentang cara melakukan hal ini, tetapi tetangganya beranggapan bahwa investasi US$500 untuk kursus di real estate cukup mahal.
Dan tetangga tersebut mengatakan bahwa dia tidak sanggup membayarnya dan dia tidak dapat meluangkan waktu untuk melakukannya maka dia menunggu harga naik.
Robert Kiyosaki mencari orang yang ingin membeli lebih dahulu, kemudian baru mencari seseorang yang mau menjual. Seorang teman sedang mencari sebidang tanah, dia mempunyai uang tapi tidak mempunyai waktu. Robert menemukan sebidang tanah yang luas, lebih luas dari yang mau dibeli temannya kemudian Robert mengikat dengan opsi dan kemudian menelepon temannya, dan temannya mau membeli sebagian saja dari tanah tadi. Maka Robert menjual sebagian kepada temannya dan baru membeli tanah tersebut. Maka Robert menerima sisa tanah tersebut secara gratis. Pesan moral kisah ini adalah beli sebuah kue yang besar, potonglah jadi beberapa potong.
Kebanyakan orang membeli sesuatu yang sanggup mereka beli sehingga mereka selalu mencari yang kecil sesuai dengan kemampuan mereka. Maka mereka hanya membeli sepotong kue, akhirnya mereka membayar yang lebih banyak untuk kue yang lebih kecil. Saya pribadi melihat banyak orang kaya yang mempunyai resep yang sama.
Untung pada waktu beli bukan pada waktu jual.
Contoh :
Ada teman saya seorang pemimpin bank di Lombok. Ketika Joop Ave(Menteri Pariwisata saat itu) mencanangkan tahun kunjungan wisata ke Lombok. Harga tanah di Pantai Lombok segera saja bergerak naik. Ketika harga tanah mulai bergerak dari Rp 15.000/m2 ke Rp 40.000/m2 dan dia aktif menghubungi pengusaha-pengusaha hotel yang ada di Bali maupun di Jakarta. Begitu dia melihat banyaknya minat hotel-hotel untuk membuka hotel di Lombok, maka dia bersama teman-temannya membeli tanah di pinggir Pantai. Hanya dengan tanda jadi Rp10 juta dengan waktu pembayaran lunas mundur menjadi 6 bulan, dia membeli dengan harga Rp 30.000/m2.
Akhirnya ada pengusaha hotel yang mau membeli sebagian dengan harga Rp 100.000/m2. Teman saya bisa membeli properti dengan risiko hanya dengan Rp 10 juta, dia mendapatkan ratusan juta. Dan sisa tanahnya dia jual perlahan-lahan ketika tanahnya naik menjadi Rp 200 ribu/m2.
Sekarang teman saya yang bersangkutan mempunyai mall/supermarket. Para pemikir yang kerdil tidak akan mendapatkan keuntungan yang besar. Jika Anda ingin lebih kaya, berpikirlah yang lebih besar dulu. Berikan komentar Anda bagaimana setiap harinya Anda menikmati keuntungan dari apa yang Anda kerjakan saat ini, misalkan karyawan, pebisnis, profesional atau apapun juga. Semoga bisa menginspirasikan sesama pembaca lainnya.

Kamis, 05 Desember 2013

Produksi Alumunium, Inalum Kerjasama dengan PT Antam

RIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT Indonesia Asahan Aluminium (PT Inalum) telah mendapatkan proyek pertamanya sebagai perusahaan BUMN. Rencananya Inalum akan bekerjasama dengan PT Aneka Tambang (Antam) memproduksi Aluminium di Mempawah Sumatera Utara.
"Inalum kerjasama dengan Antam jadi disana bisa memproduksi Aluminium untuk dalam negeri," ujar Menteri BUMN Dahlan Iskan di kantor Kementerian BUMN, Kamis (19/12/2013).
Dengan peralihan dari PT Nippon Asahan, Dahlan meminta performa PT Inalum tidak boleh menurun. Bahkan Dahlan meminta Inalum menargetka kinerjanya 100 persen daripada sebelumnya.
"Saya sudah menentukan. Bahwa Inalum tidak boleh merosot tidak boleh jelek, harus meningkatkan kapasitas dua kali lipat," ujar Dahlan.
Dahlan juga menargetkan pada tahun 2015 PT Inalum merencanakan untuk melakukan pembangunan listrik yang akan selesai tahun 2017. Investasi yang digelontorkan Inalum sebesar Rp 3 triliun dari anggarannya sendiri.
"Nanti Inalum harus membangun pembangkit listrik 300x2 Megawatt, pelabuhan ada, tanah ada, jadi proses lebih cepat," ujar Dahlan.

Rabu, 04 Desember 2013

Cara Melatih Otak Anda Untuk Melihat Peluang

“Jadi apa langkah pertama Anda untuk melatih otak Anda melihat peluang bisnis, jawabannya adalah melek finansial.”
Keterangan :
Yang dimaksud melek finansial adalah kemampuan memahami sistem kata-kata dan angka yang akan membuat Anda kaya. Jika tidak mengerti kata-kata atau angkanya Anda sama saja berbicara dalam bahasa asing. Setiap kuadran mewakili sebuah bahasa asing.
Keterangan :
Masing-masing kuadran seperti sebuah negara yang berbeda, tidak semua menggunakan kata-kata yang sama. Kalau Anda tidak mengerti kata-katanya maka Anda tidak mengerti angkanya. Sebagai contoh, jika seorang dokter biasa mengatakan, “sistolik Anda 120 dan diastolik Anda 80,” apakah itu bagus atau jelek? Apakah hanya itu yang perlu Anda ketahui tentang kesehatan Anda? Jawabannya tentu saja “tidak”.
Namun itu sebuah awal. Sama saja seperti menanyakan, “P/E saya 12, dan cap rate rumah apartemen saya 12.” Apakah hanya ini yang perlu saya ketahui tentang kekayaan saya? Sekali lagi, jawabannya “tidak”, tapi ini sebuah awal.
Setidaknya kita mulai berbicara kata-kata yang sama dan menggunakan angka yang sama. Dan disinilah awal “melek finansial”, yang merupakan dasar kecerdasan finansial dimulai dengan mengerti kata-kata dan angka.
Seperti teman saya, Richard Tan, Robert Kiyosaki Authorized Consultant untuk Asia, ketika orang tuanya pertama kali datang ke Singapura, mereka tidak bisa bahasa mandarin, mereka tidak bisa bahasa melayu, mereka tidak bisa bahasa inggris, mereka hanya bisa bicara bahasa “fuzhou”, atau satu bahasa dialek di cina. Makanya ketika Richard Tan masuk SD kelas 1, ketika ditest membaca huruf A-Z tidak bisa, dia langsung diturunkan kelasnya.
Jadi menurut Robert Kiyosaki pengertian tentang melek finansial adalah kemampuan menghasilkan uang dengan uang dimulai dengan pengertian dengan kata-kata.
Langkah kedua dalam melatih otak Anda melihat uang adalah belajar mengenali risiko yang sebenarnya. Kalau orang mengatakan kepada saya bahwa berinvestasi itu berisiko, saya hanya mengatakan, ”Berinvestasi itu tidak berisiko, yang berisiko adalah kalau Anda tidak mempelajarinya dulu.”
Berinvestasi sama seperti terbang. Jika pernah mengikuti pendidikan di sekolah penerbangan dan menghabiskan beberapa tahun untuk memperoleh pengalaman, maka terbang terasa menyenangkan dan menggairahkan. Tapi kalau Anda tidak pernah mengikuti pendidikan di sekolah penerbangan, saya sarankan biarkan orang lain saja yang terbang.
Begitu juga berinvestasi di dunia digital ataupun internet, internet kini menjadi salah satu peluang usaha terbesar untuk dunia bisnis dalam berinvestasi. Untuk itu latihlah otak Anda untuk melihat peluang, supaya apa yang Anda pikirkan dapat meraih kesuksesan

Selasa, 03 Desember 2013

Tiga Jenis Sistem Bisnis Yang Menguntungkan

Untuk membedakan apakah kita pemilik bisnis sesungguhnya atau Self Employee adalah, bila bisnis milik kita tersebut kita tinggal selama satu tahun, bisnis tersebut masih menguntungkan dan berkembang, berarti kita adalah pemilik bisnis sesungguhnya dan bisnis tersebut jalan dengan atau tanpa kita.
Menurut Robert Kiyosaki ada 3 jenis sistem yang membuat kita bisa mendapatkan passive income tanpa kita harus bekerja untuk selama-lamanya :
  1. Sistem tradisional adalah dimana Anda mengembangkan sistem Anda sendiri. Untuk mengembangkan sistem bisnis sendiri kita harus mempunyai pembimbing.Pembimbing adalah seseorang yang sudah melakukan apa yang Anda ingin lakukan dan berhasil dalam melakukannya. Jangan mencari penasehat, Penasehat adalah orang yang memberi tahu cara melakukan tapi dia sendiri belum melakukannya.
  2. Bisnis waralaba. Cara lain mempelajari sistem adalah dengan membeli sebuah usaha waralaba. Dengan membelinya Anda sudah membeli sebuah sistem yang sudah berjalan, sudah dicoba serta sudah terbukti. Jika membeli sebuah sistem waralaba jadilah seorang ”Employee”. Lakukan persis seperti yang mereka katakan. Jangan menjadi ”Self-employee” atau orang yang ingin melakukan dengan cara mereka sendiri.
  3. Pemasaran jaringan. Pemasaran jaringan disebut juga sebagai Multilevel atau Sistem Distribusi Langsung. Dimana Anda membeli dan menjadi bagian sebuah sistem yang sudah ada.
Untuk mengikuti bisnis jaringan atau waralaba yang bagus menurut Robert Kiyosaki :
  1. Merupakan organisasi yang telah terbukti baik dan mempunyai catatan prestasi yang bagus serta sistem distribusi dan program kompensasi yang sudah sukses selama bertahun-tahun.
  2. Mempunyai peluang bisnis yang bisa berhasil Anda jalankan, yang bisa Anda percayai, dan bisa Anda bagi dengan penuh keyakinan dengan orang lain.
  3. Mempunyai program pendidikan jangka panjang yang terus berlangsung yang bertujuan mengembangkan Anda sebagai manusia. Rasa percaya diri mutlak diperlukan disisi kanan Quadrant.
  4. Mempunyai program bimbingan yang kuat. Anda ingin belajar dari para pemimpin, bukan penasihat. Orang-orang yang sudah menjadi pemimpin disisi kanan quadrant dan yang ingin Anda berhasil.
  5. Mempunyai orang-orang yang Anda hormati dan sukai.

Senin, 02 Desember 2013

Bekerjalah Untuk Belajar, Jangan Bekerja Untuk Uang

  • Sebagian orang begitu lulus sekolah, mereka bekerja dan tidak pernah belajar lagi. Mereka terjebak rutinitas kerja mencari uang dan tidak pernah berkembang.
  • Sebagian orang bekerja sambil belajar dengan tujuan agar memiliki keterampilan tinggi dan naik gaji. Semakin gaji naik dan pilihannya semakin hilang karena mereka berkompeten disatu bidang.
  • Hanya sebagian kecil orang yang bekerja untuk belajar menjadi kaya dan sukses.
Bila menyangkut soal uang, satu-satunya keterampilan yang paling diketahui oleh banyak orang adalah bekerja keras, sebetulnya menurut Robert T.Kiyosaki mereka butuh satu keterampilan lagi untuk menjadi kaya yaitu “keterampilan menjual”.
Sedangkan untuk lebih lengkapnya kita harus melengkapi kecerdasan IQ financial kita dengan sinergi dari 4 keterampilan teknis sebagai berikut :
  1. Akuntansi
  2. Investasi
  3. Pemasaran
  4. Hukum
Dan dikatakan juga oleh Robert T. Kiyosaki keterampilan manajemen utama yang dibutuhkan untuk sukses adalah :
  1. Manajemen arus kas
  2. Manajemen sistem (termasuk diri Anda dan waktu bersama keluarga)
  3. Manajemen sumber daya manusia
Keterampilan spesial yang paling penting menurut Robert T. Kiyosaki adalah Penjualan dan Pemasaran. Keterampilan penjualan dan pemasaran itu sulit bagi sebagian orang karena mereka takut ditolak. Semakin baik Anda dalam berkomunikasi, bernegosiasi dan menangani ketakutan Anda akan penolakan semakin mudah juga hidup yang dijalani.
Sebagai tambahan untuk menjadi pembelajar, penjual, dan pemasaran yang baik, kita perlu menjadi guru dan sekaligus murid yang baik. Untuk menjadi sungguh-sungguh kaya, kita harus mampu untuk member dan sekaligus menerima.
Banyak orang yang miskin karena mereka bukan murid yang baik dan juga bukan guru yang baik.

Minggu, 01 Desember 2013

Rahasia Mengatasi Rasa Takut Kehilangan Uang

Perbedaan orang kaya dan orang miskin adalah cara mereka mengatasinya.
Keterangan :
Tidak ada seorang pun di dunia ini yang senang akan kehilangan uang, namun juga tidak ada orang kaya yang tidak pernah kehilangan uang. Sebaliknya banyak orang miskin yang tidak pernah kehilangan serupiah pun karena sebenarnya mereka tidak pernah berinvestasi atau berbisnis sama sekali.
Ketakutan akan kehilangan uang adalah Rill. Setiap orang mempunyai rasa takut, bahkan orang kaya pun takut. Bedanya, karena ketakutan tadi, orang miskin berhenti bertindak. Orang kaya, karena ketakutan tadi mereka akan berhati-hati tetapi tetap bertindak.
Solusi mengatasi rasa takut kehilangan uang menurut Robert Kiyosaki adalah jika kamu membenci risiko dan karenanya merasa cemas….mulailah dari dini.
Jika anda mulai saat muda, mudahlah untuk menjadi sangat kaya. Dikatakan oleh Albert Einstein bahwa salah satu keajaiban dunia adalah bunga-berbunga. Pembelian Pulau Manhattan dikatakan menjadi salah satu transaksi terbesar sepanjang masa. New York dibeli seharga US$ 24 dengan perhiasan dan manik-manik. Namun, jika US$ 24 itu diinvestasikan, dengan bunga 8% per tahun, US$ 24 itu akan bernilai lebih dari US$ 28 trilyun pada tahun 1995.
Menurut saya pribadi, bagaimana kita bisa menjadi berani melangkah dengan kemungkinan berhasil yang lebih tinggi adalah :
1.    Memahami perbedaan risiko dengan berisiko.
2.    Dengan mengajukan pertanyaan yang benar.
Bila kita mengajukan pertanyaan yang salah seperti ini :
- “Nanti jangan-jangan bangkrut?”
- “Kalau rugi bagaimana?”
- “Kalo gagal bagaimana?”
Pertanyaan ini tidak adil, Why? Karena semua mungkin bangkrut, mungkin gagal, mungkin rugi. Dengan pertanyaan seperti ini orang akan takut.
 Pertanyaan yang benar :
-  “Ruginya apa bila saya tidak bertindak sekarang?”
-  “Untungnya apa bila saya bertindak sekarang?”
Karena otak manusia hanya mencari nikmat atau menghindari sengsara. Maka dengan pertanyaan seperti itu otak kita jadi tahu kenikmatan apa jika kita berani bertindak dan kesengsaraan apa jika kita tidak bertindak.
Tapi kita tidak boleh naïf hanya berani saja dan asal bertindak sedemikian sehingga kemungkinan bangkrutnya besar. Untuk membantu memperbesar kemungkinan berhasilnya kita harus membuat pertanyaan sebagai berikut :
- “Siapa yang sudah berhasil dibidang yang kita inginkan?”
- “Bagaimana saya bisa bekerja/magang untuk belajar kepada yang bersangkutan?”
- “Kapan saya akan belajar?” “Apa yang harus saya pelajari atau saya ketahui atau harus bekerja sama kepada siapa untuk memperbesar kemungkinan berhasilnya?”